Kediri – Pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Kediri telah mencapai lebih dari 7.000 pendaftar. Sementara itu, jumlah masyarakat yang mendaftar sebagai agen Perlinsos masih sekitar 1.804 orang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri, Imam Muttaqin, mengatakan Perlinsos Digital merupakan aplikasi yang dirancang untuk mempermudah sekaligus mempercepat proses pengajuan bantuan sosial dan perubahan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurutnya, Perlinsos menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang rentan dan berisiko agar tidak semakin terdampak kondisi sosial maupun ekonomi.
“Perlinsos Digital ini akan mempermudah dan mempercepat pengajuan bantuan serta perubahan DTSEN,” ujarnya, Selasa (13/10).
Pemkot Kediri menargetkan seluruh masyarakat telah terdaftar dalam Perlinsos Digital pada akhir 2026. Target tersebut mengacu pada rencana pemanfaatan sistem itu mulai 2027 untuk pengajuan bantuan subsidi maupun berbagai program pemerintah lainnya.
Dengan jumlah keluarga di Kota Kediri yang diperkirakan mencapai lebih dari 107 ribu kepala keluarga (KK), Dinsos berupaya memperluas jangkauan pendaftaran agar seluruh keluarga dapat terakomodasi dalam sistem tersebut.
Imam menjelaskan, masyarakat bisa melakukan pendaftaran secara mandiri maupun melalui agen Perlinsos. Untuk pendaftaran mandiri, masyarakat perlu memastikan telah melakukan perekaman KTP elektronik serta memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Selain itu, Pemkot Kediri juga menyiapkan skema pendaftaran melalui agen untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses layanan secara mandiri.
“Kami sedang membuat surat edaran kepada para pemangku kepentingan. ASN nantinya diwajibkan menjadi agen Perlinsos sehingga bisa membantu mendaftarkan masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.kin/mg
Tidak hanya ASN, pelibatan agen juga akan diperluas kepada relawan, Tim Reaksi Cepat (TRC), pendamping orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), kader kesehatan, hingga unsur TNI dan Polri.
Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pendaftaran sekaligus menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
Di sisi lain, Dinsos Kota Kediri sempat menghadapi kendala teknis pada laman Perlinsos Digital. Gangguan tersebut terjadi saat server yang sebelumnya dikelola Kementerian Sosial mengalami perubahan pengelolaan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Namun, Imam menyebut akses laman tersebut saat ini sudah kembali berjalan lancar berdasarkan pengecekan yang dilakukannya.
“Dengan perluasan pendaftaran mandiri dan penguatan jaringan agen, Dinsos Kota Kediri berharap target seluruh KK terdaftar pada akhir 2026 dapat tercapai sehingga masyarakat lebih mudah mengakses berbagai program perlindungan sosial pemerintah,” pungkasnya.
